Halaman

Tampilkan postingan dengan label eyes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eyes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juli 2022

Resensi Film Seperti Sediakala


Seperti Sediakala adalah film pendek yang menjadi bagian dari promosi telepon seluler (ponsel) Samsung Galaxy S22 Ultra 5G. Film ini diklaim direkam menggunakan ponsel tersebut secara seluruhnya. Hal ini paling tidak dikuatkan dari halaman media sosial milik salah satu sutradaranya, Andrew Kose, yang menampilkan dokumentasi proses perekaman film ini menggunakan ponsel tersebut yang dipegang oleh kameraman.

Film yang diproduksi oleh Serangkai Films yang berkolaborasi dengan Studio Antelope ini dibintangi oleh Reza Rahardian dan Pevita Pearce. Sutradara yang mengarahkan film ini adalah Anggita Puri dan Andrew Kose, yang sekaligus juga membuat naskah film ini. Film pendek bergenre drama ini hanya berdurasi 11 menit 54 detik dan tersedia di kanal Youtube Samsung Indonesia.

Cerita film Seperti Sediakala berpusat pada Kala, yang diperankan oleh Reza Rahardian, seorang pengrajin perhiasan yang memiliki bengkel perhiasan Sekala. Di awal film, Sekala dikunjungi oleh Intan, calon mempelai wanita yang memerlukan cincin untuk pernikahannya. Intan sendiri diperankan oleh Pevita Pearce.

Selasa, 27 Maret 2012

Karawitan di Tanah Banjar

Seni Karawitan di Kalimantan Selatan (Kalsel) umumnya dibawa oleh pendatang yang kemudian dilestarikan turun-temurun hingga menjadi salah satu alternatif kegiatan kesenian. Pelestarian Karawitan di Kalsel, salah satunya dilakukan oleh Sanggar Sapdodadi Utomo pimpinan Bapak Purwoko, yang bermarkas di Loktabat Selatan, Banjarbaru. Pekan Budaya Nusantara adalah salah satu panggung yang diisi oleh Sanggar ini. Diadakan di Lapangan Van der Vijl, Banjarbaru tanggal 05 - 11 Februari 201, Sanggar ini mementaskan keterampilannya pada malam puncak Sabtu, 11 Februari 2011.
Pak Kholik dengan Gambang, salah satu alat musik pada set Gamelan.

Minggu, 13 Februari 2011

Mapaccing


Tradisi Mapaccing, tradisi suku Bugis menjelang upacara resepsi, untuk mendoakan mempelai wanita dengan mengeluskan hena atau pacar di telapak mempelai wanita.

Jumat, 05 November 2010

Satria Muda Britama vs KL Dragons, ASEAN Basketball League - eyes#4


Bola Basket bukan olahraga populer di Indonesia, walaupun begitu bola basket Indonesia mempunyai prestasi yang nyaris konstan di regional Asia Tenggara. Dalam kurun empat tahun, Indonesia mampu membayangi Filipina yang mendominasi kekuatan bola basket region ini. Tim Nasional Indonesia mampu merenggut medali perak pada gelaran SEA Games 2007 di Thailand.

Satria Muda Britama, juara bertahan liga nasional, ikut mengharumkan nama Indonesia dengan mencapai final pada 3 ajang bergengsi, yaitu SEABA Champions Cup (SCC) 2007 dan 2008, serta ASEAN Basketball League (ABL) 2009. Bahkan Satria Muda pernah menjuarai SCC 2008 dengan merampas titel juara bertahan dari klub Filipina Harbour Centre. SCC adalah kejuaraan yang mempertemukan jawara tiap negara anggota SEABA, federasi bola basket anggota ASEAN, seperti Liga Champion Eropa oleh UEFA. Sementara ABL adalah transformasi dari SCC dengan peserta anggota terdaftar.

ABL 2010, telah bergulir kembali, dan telah menggelar matchday ke-enam pada Rabu (03/11). Lensa saya merekam pertandingan kandang Satria Muda Britama melawan KL Dragons dari Malaysia di Britama Arena, Kelapa Gading, yang berkesudahan 77-72 untuk tim tamu.

Tip-off.

Lanjutan Turnamen Pelajar XI 2010, Pengprov Perbasasi DKI Jakarta - #eyes3

Bat Baseball dan Sepatu dengan grip untuk memperkecil resiko tergelincir, peralatan untuk tim batting (tim penyerang) pada baseball.
Helm untuk batter, memperkecil resiko saat pitching.
Wasit, Catcher, Batter, bersiap pada saat pitching.


Senin, 01 November 2010

Bergembira dan mengembangkan kemampuan motorik denganT-Ball - eyes#2

Apa jadinya jika anak usia di bawah 10 tahun diperkenalkan dengan olahraga baseball-softball, sementara mereka belum mempunyai kecakapan yang cukup untuk memukul dan menangkap objek bergerak? Laporan pandangan mata saya pada lanjutan Turnamen Pelajar XI, baseball-softball-T-ball hari Sabtu (31/10), di Lapangan Baseball-Softball Gelora Bung karno, ditambah hasil riset kecil yang bersumber dari beberapa situs internet, mungkin dapat menjawab pertanyaan di atas.

Rabu, 27 Oktober 2010

Macet Jakarta - eyes #1

Premanisme, kesenjangan sosial dan kemacetan adalah 3 hal yang paling saya benci di Jakarta. Dua pertama sangat sulit saya hindari, namun untuk kemacetan, saya mempunyai beberapa trik untuk menghadapinya. Satu hal yang paling mudah dilakukan ialah dengan membiasakan 'hidup nomaden' dalam artian membiasakan diri beristirahat dan menghabiskan waktu menunggu macet reda di tempat publik. Misalnya, saya rela menonton pertandingan basket membosankan di Gelanggang Remaja Soemantri Brodjonegoro, Kuningan sampai pukul 20.00 setelah menyemangati adik pada pertandingan sebelumnya yang usai pukul 18.00. Atau mengatur jadwal untuk tidak membuat janji pada waktu puncak macet pukul 16.00 sampai pukul 19.00. 

Macet pun kerap mendera ketika hujan turun. Menurut pengamatan saya hujan membuat macet karena banyak pengendara kendaraan roda dua berteduh dengan memarkir kendaraannya di sembarang tempat di badan jalan. Penyebab lain adalah adanya genangan air yang membuat mobilitas kendaraan terganggu.

Jadi, menurut catatan saya, pukul 16.00 sampai 19.00 adalah saat yang buruk untuk berada di jalanan Jakarta, dan 'jadwal' itu bisa melar sampai pukul 20.00 jika hujan turun. Setelahnya jalanan Jakarta cukup bersahabat bagi pengendara motor seperti saya. Tapi hari Senin, 25 Oktober 2010, catatan itu menguap. Pukul 21.49, Jalan Kyai Tapa dari Roxy ke arah Daan Mogot terlihat sangat padat, layaknya waktu puncak pulang kantor. Sebuah pemandangan yang sangat tidak lazim. Sambil berjalan kaki ke jalan S. Parman, dan melakukan beberapa ambilan-gambar, tidak terasa waktu beranjak ke pukul 22.50 dan jalan tol dalam kota, tepatnya di flyover Grogol ke arah Tangerang, masih nampak kemacetan yang luar biasa. Hellllooooo... pukul 22.50 itu bukannya waktu untuk tidur, ya? Memang 'menakjubkan' kemacetan Jakarta hari itu, untungnya hari itu saya tidak mempunyai jadwal yang mengharuskan saya berada di jalanan, kecuali untuk mengabadikan gambar-gambar berikut.

Suasana Jalan Kyai Tapa dari Roxy ke arah Daan Mogot pukul 21.49 WIB